Untuk mencapai pura Uluwatu ini, kita tidak memerlukan waktu yang
terlampau lama, apalagi Anda berangkat dari daerah Pantai Kuta.
Letaknya di daerah selatan pulau Bali. Cukup sekitar 45 menit hingga
satu jam, pura Uluwatu sudah bisa dicapai oleh kita. Beberapa puluh
tahun silam saat pariwisata Bali Indonesia
baru mulai menggeliat, pura Uluwatu ini merupakan tempat yang sakral
bagi penganut agama Hindu di Bali. Saat itu Pura Uluwatu tertutup untuk
umum dan hanya diperkenankan masuk untuk penganut agama Hindu yang ingin
sembahyang di pura tersebut.
Walaupun sudah dijadikan sebagai tempat wisata,
bila Anda memasuki kompleks pura Uluwatu ini, nuansa sakral masih
dirasakan kental. Hal ini diwujudkan dengan beberapa aturan seperti
penggunaan kain selempang yang dililitkan di pinggang sebagai penutup
bagian bawah tubuh, terutama bagi mereka yang tidak mengenakan celana
panjang. Bahkan untuk wanita yang sedang mengalami datang bulan,
dilarang untuk memasuki area pura ini. Salah satu tujuan para wisatawan
mengunjungi tempat ini adalah merekam keindahan peristiwa sunset atau
matahari sedang terbenam yang sangat indah. Memang sebagai kawasan yang
berada di pesisir barat pantai, keindahan matahari sedang terbenam
menjadi salah satu peristiwa yang diincar oleh para wisatawan atau
tepatnya para fotografer.
Jangan lupa pula, untuk menyaksikan tari
Kecak yang diadakan secara berkala tiap hari dan jam tertentu. Tari
Kecak ini juga merupakan salah satu objek wisata yang menjadi daya tarik
wisatawan berkunjung ke sana. Tari ini dimainkan di waktu sore hari
sekitar jam 17.00 di saat matahari sedang menuju terbenam dan
berlangsung sekitar 1,5 hingga 2 jam. Perpaduan antara matahari terbenam
dan hinggar bingar penari-penari Kecak yang melibatkan puluhan orang,
memberikan suatu tontonan yang sangat menarik.
Tapi hati-hati jika berkunjung ke
kawasan pura Uluwatu ini. Jangan mengenakan asesori-asesori yang
mengkilap, karena di kawasan ini banyak sekali monyet-monyet liar yang nakal dan suka ‘mencopet’ asesori mengkilap yang dikenakan wisatawan. Jangan sampai kacamata atau kamera Anda terjambret oleh sang monyet.
