pic (AWAS BWK):
Di
ujung yang lebih lancip itu, muatan listrik akan terlucut berupa
percikan api (bagi yg pernah make penerbangan malam dan sedang
dalam keadaan ada petir nya, mungkin pernah liat). Dengan begitu muatan
listrik tidak akan masuk ke dalam pesawat. Jadi, orang yang berada di
dalam pesawat akan aman dari sambaran petir.
Pada
bangunan kasusnya berbeda. Bangunan tidak tertutup konduktor. Oleh
karena itu, ketika petir menyambar, bangunan dapat terbakar. Untuk
mengatasi hal ini diperlukan penangkal petir berupa konduktor listrik
lancip yang dihubungkan dengan tanah. Ketika petir menyambar, muatan
listrik petir akan mengalir melalui konduktor lancip ini menuju ke Bumi.
Bangunan pun aman dari serangan petir.
Tetapi pesawat terbang dilengkapi dengan sistim static discharge pada badannya, sehingga kemungkinan disambar petir sangatlah kecil dan memang ada pesawat yang disambar petir, hanya saja jarang sekali terjadi dan akibat yang ditimbulkan tidak besar, apalagi dengan pesawat pesawat modern jaman sekarang.
Penjelasannya adalah begini:
Petir terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik di udara, loncatan muatan listrik yang berbeda bisa terjadi diantara awan diudara atau dari awan ke tanah.
Awan atau benda yang bergerak di udara, karena pergesekan dengan udara, maka akan timbul muatan listirk statis dibenda itu.
Demikian juga pesawat terbang pada saat bergerak diudara pada badannya akan terbentuk listrik static, hanya saja dengan sistim static discharge yang terpasang dipesawat, maka muatan listrik yang timbul di pesawat akan segera dibuang ke udara, sehingga kemungkinan ada loncatan listirk/petir dari awan ke badan pesawat diperkecil kemungkinan terjadinya.
Jika sistim itu tidak bekerja, bisa saja pesawat tersambar petir dan akibatnya dari mulai terganggunya peralatan komunikasi dan navigasi dipesawat sampai terbakar diudara(sangat jarang terjadi).
Tapi
tidak perlu kuatir, karena sistim static discharge di pesawat tidak
pernah rusak dan perawatanya sangat sederhana, karena bentuknya hanya
berupa kawat atau lempengan plastik berisi logam seperti buntut tikus
yang ditempatkan diujung ujung sayap atau ekor pesawat dan jumlahnya
sampai 12 atau 16 buah.
Sumber http://wahw33d.blogspot.com